Wednesday, November 18, 2009

Minat Tinggal di Apartemen?

Well, ternyata cukup banyak yang suka tinggal di apartemen baik untuk acara tertentu ataupun tinggal untuk waktu yang cukup lama, selain ringkes dan nyaman juga adanya fasilitas dari unit apartemen maupun fasilitas gedung yang ditawarkan membuat hidup di apartemen menjadi salah satu pilihan menarik.

Apartemen The Summit Kelapa Gading, salah satu apartemen eksklusif yang menawarkan fasilitas all furnished untuk unit apartemennya sehingga Bunda tidak perlu repot mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rumah tangga lagi.
Buat Bunda yang berminat tinggal di apartemen, silahkan ya infonya di sini.

Oya, untuk sementara ini sudah ada yang minat untuk waktu berikut:
1. 24-29 November 2009 (Ms. Anna)
2. 17 Desember 2009-17 Januari 2010 (Ms. Kristine), sudah lihat lokasi tgl 18 November 2009
3. Mei 2010 (Ms. Maureen)
namun waktu dan tanggal belum ditutup kecuali jika sudah memberikan booking fee.

Thanks all, tuk minatnya.

Baca Selengkapnya...

Friday, November 6, 2009

Sold Out!

Alhamdulillah, sold out untuk item-item berikut. Maaf buat teman-teman yang mungkin sudah nanya beberapa kali ke email namun belum sempat dibalas *maaf bangeeetttt. Akhirnya kusempat juga mindahin itemnya ke Sold Out, n update info, jadi sudah gak ada lagi yaa alias out of stock, hallah...

Berikut produk atau infonya:
http://rahasiabunda.blogspot.com/2009/02/bally.html
http://rahasiabunda.blogspot.com/2009/02/jual-rumah-di-palembang-cocok-untuk.html

Terimakasih untuk atensinya, cheeers ^^.

Baca Selengkapnya...

Saturday, October 31, 2009

Agar Alis Mata Bayi Lebat

Pengen diposting nih dari dulu, tapi lupa melulu... Baru keingetan lagi sekarang, karena kalau suka jalan, banyak yang bilang alis mata anakku lumayan lebat untuk ukuran bayi. Bunda, aku emang punya tips agar alis mata bayi jadi lebat tapi sebenarnya ini cuma turun temurun dari keluargaku, jadi dibilang menjamin sih gak juga cuma sudah terbukti di dua anakku, eehh anak sepupuku juga, anak adikku juga.

Yang sedikit bikin rancu yaa karena kebetulan aku dan suami lumayan lebat alis matanya jadi banyak juga yang bilang faktor keturunan, whatever lah... yang pasti aku sharing aja nih ama Bunda...

Apa rahasia itu?
jawabannya, gunakan pensil alismu Bun... :)
Segampang dan semudah itu deh. Kata keluargaku, dengan guratan pensil alis mata itu bisa bikin nempel dan pada saat menggoreskan aku percaya banget bisa melebatkan alis. Alhasil ya begitulah jadinya, alis mata bayiku cepet tumbuh dan berbentuk persis seperti alis mata yang kubentuk. Oya, bentuk alis mata anak pertamaku juga sama tuh dengan yang kugoreskan dulu (agak berantakan dikit, duh maaf ya sayang dulu Bunda belum lihai banget sih, takut kena matamu).
Kalau Bunda mau coba silahkan loh, semoga berhasil yahhh... Btw, yang masih bikin penasaran itu rambut, dua anakku tipis banget rambutnya sejak lahir. Apa dicoba pake pensil alis aja kali yah? heheh, gaklah...

Baca Selengkapnya...

Friday, October 23, 2009

Klaim Rawat Inap Pru Hs dan Pru Med Prudential

Siapa yang nyangka, belum enam bulan lewat anakku sudah masuk RS lagi. Gara2-nya sudah 3 hari berturut-turut demam tinggi, sudah dikasih obat penurun panas tapi feeling kok khawatir yah... Akhirnya waktu ke UGD aku pesan ke suami biar sekalian minta check darah takutnya demam berdarah (lagi musim sih) atau thypus. Ternyata eh ternyata...

hasil test darah untuk DB normal aja nah yang thypusnya pas banget sama dgn rujukan toleransi akhir normal, berarti anakku dah kena gejala tuh.

Awalnya suami bilang gak usah tapi aku ngotot rawat inap, alasannya:
  • Anakku rada hiperaktif, gak kenal istirahat. Demamnya aja itu aku tau karena waktu dites suhu ama gurunya (seperti biasa tiap mau masuk kelas) 37.6', normal di bawah 37.5'.
  • Kalau sakit, suka males makan dan minum. Naahh bisa pusing tuh, kalau di RS kan bisa diinfus.
  • Gratis ini... ada proteksi dari Prudential karena anakku ikut tabungan pendidikannya.

Singkat cerita, setelah 5hari nginap di RS Mitra Kelapa Gading, akhirnya boleh pulang juga. Meskipun sebenernya aku pengen nambah satu hari lagi setidaknya biar lega, tapi kelihatannya anakku dah bete, jadi kasihan juga.

Oya dari Prudential, aku bersyukur banget deh, selain gampang banget gak pake acara lama nunggu kamar (rame banget loh yang sakit, kapasitas ada 18kamar masa udah kepake 15kamar, ckckck) juga gak repot pake kena biaya DP di awal yang musti 70% dari total perkiraan biaya RS disesuaikan dengan tipe kamar yang diambil (belum juga dirawat sudah musti keluar uang).

Adapun rincian proteksi yang anakku dapat:
  • Harusnya cover untuk biaya kamar Pru Hs anakku adalah 350rb/hari tapi aku ambil yang di atas itu kelas 1 harganya 510rb/hari dengan pertimbangan kelebihan bayarnya akan kita tutup dengan proteksi kesehatan perharinya dari Prumed reimburse (1 harinya 400rb), selain itu kamarnya lebih nyaman dan ramah (isinya cuma 2 orang terus desain kamar khas anak-anak).
  • Biaya kunjungan dokter per hari, dan obat-obatan sudah termasuk di Pru Hs dan tidak ada kelebihan dari pertanggungan, sehingga ini artinya bebas biaya tambahan selama perawatan.
  • Biaya sebelum masuk RS yaitu check darah untuk DB dan tyfus sebesar 500rb akan kita reimburse dengan Pru Hs (karena dalam proteksi Pru Hs ini, biaya2 yang timbul baik sebelum dan sesudah masuk RS bisa dicover oleh Pru Hs).

Akhirnya, secara keseluruhan total biaya saat keluar RS selama 5hari adalah 6jt, dan yang harus aku bayar cash adalah 800rb (kelebihan biaya kamar per hari dari pertanggungan adalah 160rb x 5hari).

Nah jadi rencananya yang akan kita klaim melalui sistem reimburse Pru Med, yaitu 5hr x 400rb = 2jt (akan ditranfer Prudential ke rekening pemegang polis), lalu yang diklaim melalui reimburse Pru Hs adalah 500rb (test lab sebelum masuk RS), dan biaya rawat jalan Pru Hs yang belum tau berapa karena baru sore ini mau ke RS untuk check lagi.

Untuk gambaran aja, manfaat dari sisi proteksi di Prudential ini anakku dapatkan dari program rencana tabungan pendidikan Prudential sebesar 500rb/bln. Anakku belum genap 1tahun ikut, meskipun aku pakai tabungan langsung pertahun yang berarti baru 6jt yang aku dan suami tabungkan.
Sedangkan manfaatnya sendiri sudah luar biasa banget untuk anakku: rawat inap diare 2hr (1,5jt); tindakan operasi waktu jatuh (5,7jt), sekarang gejala thypus (6jt-an). Semua ini gak pernah kami bayangkan, akan tetapi tetap aja terjadi. Namanya juga penyakit.

Bunda, sudahkah melindungi semua anggota keluarga? Pengalaman mengatakan, pada saat ada yang sakit, maka semua biaya menjadi blur, rasanya berapapun akan sanggup kita bayarkan dan kita keluarkan untuk kenyamanan, kecepatan, pelayanan penanggulangan kesehatan. Karena itu, kenapa tidak segera menabung kecil (nominal) untuk mendapatkan yang besar (manfaat)?

Baca Selengkapnya...

Crazy Bazaar!

Bun, bukan mo ngajak kalap nih.... tapi ini salah satu brand favourite Bunda biasanya... dan jangan sampai lewatin yah.... :)


palagi kalo buka Mothercare dan ELC! waw! Just be wise shopping...

Baca Selengkapnya...

Wednesday, October 21, 2009

Dulu Pernah Punya Cita-Cita Jadi Fashion Stylist

Bun, ayo suka yang mana? hehehheh, iseng banget nih...







Namanya juga iseng-iseng berhadiah... nyoba nyalurin bakat terpendam (ngakunya plus ngarep mode on).
Vote for me, Bun... sekalian kasih komen di situ, beneran punya bakat atau gak nih aku? hahaahaha

How to vote:
Like 1st look
Like 2nd look
Like 3rd look
Like 4th look

Baca Selengkapnya...

Tuesday, October 20, 2009

Summit Apartment for Rent (daily, weekly, monthly)

For rent, an unit at The Summit Apartment Kelapa Gading Jakarta Utara
Exclusive, 21st floor, city light view of Kelapa Gading

located close to industrial area : Pulo Gadung & Bekasi, 2 minutes walk to Mal Kelapa Gading, and the others mall such as MOI, Artha Gading.
2 bedrooms, 2 bathrooms, 1 maidroom, fully furnished (all room, kitchen set, TV, AC, washing machine), other facilities (sport and recreation; business and commercial)

Rent Charge

Daily 175USD or 1,5Million(Rp), weekly(7 days) 950USD or 9Million(Rp), monthly 1350USD or 13Million(Rp), and yearly 15000USD or 145Million(Rp).
For monthly and yearly, rent charge already include maintenance building fee; excluding utilities fee (water and electricity); need deposit fee 500USD or 5Million(Rp) for monthly and 1500USD or 15Million(Rp) for yearly.
Downpayments for all rental fees.

Further Information
rahasiabunda@yahoo.com











Dijual: Rumah di Palembang

Baca Selengkapnya...

Tuesday, October 13, 2009

Investasi di Unit Link dan Reksadana

Hahaha, judulnya aja bukan "atau" ya Bunda tapi "dan", yaa kenapa tidak kalau niat berinvestasi, langsung aja ambil keduanya? Jadi bisa puas tau mana yang terbaik bagi kita dan keluarga. Karena sebenarnya setiap jenis investasi pasti memiliki resiko, hanya saja bagaimana kita meminimalkan resiko itu yang tentunya disesuaikan pula dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Gak ada yang terbaik, gak ada pula yang terjelek (*positive thinking mode on) karena niatnya sendiri baik yaitu memiliki tabungan investasi untuk menjadi manfaat bagi kita di kemudian hari. Selain itu hanyalah sesuatu yang disebut kelebihan dan kelemahan produk.

Bunda, di sini aku coba menjabarkannya.
Apa itu Unit Link (UL) dan Reksadana (Reksa)?
Reksadana, yaitu suatu wadah untuk mengumpulkan dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi (perusahaan yang mengelola dana).
Unit Link, adalah suatu produk investasi yang digabung dengan asuransi.

Apa resikonya?
Reksadana dan Unit Link yang dilihat dari sisi investasinya sama-sama memiliki resiko. Diantaranya adalah resiko berkurangnya nilai unit penyertaan yang dipengaruhi oleh turunnya harga instrumen yang masuk dalam portofolio dana.
Untuk Reksadana terdapat juga resiko likuidasi, yaitu kesulitan manajer investasi yang timbul jika sebagian besar pemegang unit (dhi. masyarakat) secara beramai-ramai melakukan penjualan kembali unit yang dimilikinya akibat suatu issue atau hal lainnya. Sedangkan resiko ini justru bisa diminimalkan pada investasi di Unit Link yang menyerahkan kuasa tersebut kepada perusahaan (sehingga potensi likuidasi lebih kecil).

Kemudahan berinvestasi yang ditawarkan?
Reksadana, sudah bisa dimiliki dengan nilai investasi yang relatif rendah (200rb s/d le atas), mudah dalam melakukan transaksi pembelian dan penjualan kembali, dapat dialihkan ke jenis reksadana lain dengan mudah, frekuensi setor dan besarnya nominal dapat diatur sendiri dengan mudah.
Unit Link, di sisi investasi harus memiliki komitmen untuk berinvestasi pada saham, obligasi atau instrumen pasar uang karena jika suatu saat ingin mengubah jenis investasi harus melalui proses ulang yang membutuhkan waktu beberapa hari begitu juga dengan besarnya nominal setor (bisa dilakukan tapi butuh beberapa hari), terdapat perlindungan asuransi.


Kelebihan lain yang ditawarkan?
Reksadana, belum menjadi objek pajak; mengatasi kurangnya ketrampilan berinvestasi; waktu untuk memantau perkembangan investasi; kurangnya informasi untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi.
Unit Link, selain hal-hal di atas juga terdapat perlindungan lengkap dalam berinvestasi karena memiliki asuransi; ketenangan pikiran (memiliki satu paket dokumen saja baik investasi maupun proteksi kesehatan); memastikan keluarga tetap terjamin menghadapi resiko keselamatan (kesehatan, kecelakaan, maupun meinggal); menciptakan budaya disiplin menabung (karena pilihannya hanyalah menabung jangka panjang); harapan jangka panjang adalah bebas menabung setelah kontrak dan dana tetap berkembang serta tentunya tetap memiliki perlindungan asuransi.

Kekurangan lain yang dimiliki?
Reksadana, kemudahan dalam berinvestasi baik masalah frekuensi maupun nilai setor justru terkadang menciptakan rusaknya komitmen untuk disiplin menabung.
Unit Link, biaya cukup tinggi jika dibandingkan dengan memiliki rekening yang terpisah untuk investasi dan asuransi; besarnya manfaat investasi lebih lama dirasakan (kurang lebih 10tahun) kecuali langsung menabung seluruh di awal maka dlm 1th nilai investasi biasanya sudah balik sehingga manfaat investasi dapat langsung dilihat (contoh menabung 500rb/bln berarti jika menabung keseluruhan di awal menjadi 500rb x 12(bln) x 10thn = 60jt).

PENGALAMANKU
Punya Reksadana atau Unit Link?
Kebetulan aku memiliki keduanya baik reksadana maupun unit link. Yah kenapa tidak membuka reksadana, karena toh hanya dengan minimal 200rb-an juga sudah bisa memiliki reksadana. Adikku pernah bekerja di bagian legal salah satu perusahaan Manajer Investasi top di tanah air.

Komitmennya?
Memiliki reksadana yang banyak, juga memerlukan komitmen waktu dari pemilik untuk memonitor rekening. Memang benar memiliki unit link jauh harus lebih berkomitmen dan disiplin karena sifatnya sudah pasti jangka panjang dan biaya juga tinggi (jika niat menghitung biaya-biaya yang ada).

Kenapa tetap mau memiliki unit link?
kemudahan di tengah kesibukanku, itulah satu alasannya. Untuk seseorang seperti aku yang bekerja baik di kantor maupun di rumah, belum lagi memiliki berbagai kegiatan rutin lainnya, kemudahan adalah salah satu hal penting yang aku cari. Dengan memiliki unit link, diantara kemudahan yang aku dapatkan adalah telah memiliki investasi jangka panjang dengan nominal yang tidak terlalu besar (tentunya dikaitkan dengan usia pada saat masuk, lebih muda maka akan lebih ringan nominalnya untuk berinvestasi) sekaligus perlindungan asuransi dengan hanya satu dokumen polis.

Mengenai biaya yang tinggi?
untuk suatu pelayanan kemudahan kenapa tidak? Toh manfaatnya sudah aku rasakan sendiri, baru beberapa bulan ikut unit link tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan yang membuat anakku harus segera dioperasi, dan akhirnya membuat nilai biaya menjadi blur, apalagi ini jangka panjang loh. Ingat, biaya akan terasa tinggi jika kita benar-benar menghitung dan membandingkan sampai dengan kontrak menabung selesai dan tidak terjadi klaim atas asuransi. Namun pertanyaannya, siapa yang bisa menjamin dalam jangka waktu tersebut kita selalu hidup sehat? Jangan lupa menghitung biaya kesehatan tersebut sebagai biaya bayangan (yang menghantui dan jangan-jangan jatuhnya jadi sama, red) untuk perencanaan investasi jangka panjang kita.

Kenapa tidak dipisahkan saja antara investasi dan asuransi?
sekali lagi alasan kemudahan. Memang benar jika ingin lebih murah biaya tentunya harus mau untuk lebih menyibukkan diri (hehe dalam hal apapun juga begitu kan?) untuk menyimpan berbagai dokumen masing-masing secara terpisah, contoh punya rekening investasi reksadana, lalu punya polis khusus perlindungan jiwa, punya pula polis kesehatan dan kecelakaan, punya polis perlindungan pendapatan. Jangan lupa, setiap anggota keluarga juga ingin punya kan? Jadi harus siap-siap punya ruang lebih. Atau juga dari sisi memonitor, unit link tentunya lebih mudah.

Komisi agen tinggi tuh, emang rela?
hiks, paling sedih deh kalau sudah dengar seperti ini. Pertanyaannya, kenapa sibuk memikirkan hal ini dan tidak rela? Ayo, jangan terlalu sempit untuk hanya menimbang dari satu sisi. Besar kecilnya porsi komisi ditentukan oleh masing-masing perusahaan. Ini bukan juga membicarakan suka duka sebagai seorang agen bahkan moralitas profesi, karena sebagai agen tetap harus memiliki hati seluas samudera (hallah!). Sebaliknya bertemanlah dengan si agen, dapatkan berbagai info maupun penawaran terbaru dari perusahaan, manfaatkan dengan mengggali berbagai informasi, tempatkan agen sebagai teman (jangan lupa agen hanyalah sebatas profesi, selebihnya tetap makhluk sosial), atau malah tertarik jadi agen? tentunya si agen juga tetap dengan senang hati menerima (jadi bisa turut tau kan suka dukanya bukan masalah komisi terus dan yang pasti bisa menentukan apakah seorang agen berhak atas komisi?).

Singkat cerita?
suatu produk diciptakan tentunya untuk memberikan kemudahan dan untuk kemudahan tentunya ada harga. Unit Link dirancang sedemikian rupa untuk menawarkan kemudahan berinvestasi maupun meminimalkan resiko berinvestasi itu sendiri. Ini bukan masalah produk lebih baik dari yang satu atau lainnya, tapi lebih ke kebutuhan tiap individu. Yaa, sesuaikan saja dengan kondisi masing-masing. Dan percaya tidak, jaman sekarang ada harga untuk sebuah pelayanan.

Hal penting lainnya
ayo segera berinvestasi sedari dini Bunda, semakin cepat akan lebih baik... Jangan terlalu banyak pertimbangan, just take an action with goodwill, and let the God do the rest...

Baca Selengkapnya...

Sudahkah Bunda Puasa Syawal?

Di bulan Syawal ini ada pintu kebaikan yang ditawarkan bagi hamba-Nya, yaaa namanya puasa Syawal. Puasa enam hari setelah berpuasa di bulan Ramadhan. Yang ganjaran bagi umat-Nya adalah seperti berpuasa setahun penuh. Bunda, mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Meskipun aku sendiri akui begitu berat rasanya berpuasa di bulan Syawal ini...
Entah karena sugesti mengharapkan sesuatu yang begitu besar (tambahan berpuasa enam hari dihargai setahun penuh? siapa yang gak mau?) atau memang suatu ujian bagi hamba-Nya karena penghargaan besar itu sendiri? Yang pasti aku sih tetap berusaha karena hari ini baru masuk hari keempat, agghh jiayo!

Oya, ini beberapa hal mengenai puasa Syawal:
  • mendahulukan yang wajib sebelum yang sunnah, jadi kalau Bunda ada yang bolong puasanya di bulan Ramadhan lebih baik diganti dulu baru berniat puasa Syawal.
  • tidak boleh dilakukan pada 2 hari lebaran, haram hukumnya bagusnya sih mulai di minggu pertama setelah Lebaran kali yaa.
  • boleh dilakukan tidak langsung berurutan.
  • ini bukan cuma Bunda doang yang puasa Syawal loh (aku kan emang kebiasaan mengutamakan Bunda,hehe), jadi anak, suami, adik, kakak ajak semua yaa.

Met puasa Bunda... :)

Baca Selengkapnya...

Monday, October 12, 2009

Yang Muda yang Berkarya

Bukan kampanye nih yaa... Baru aja kenalan ama seseorang yang usianya masih 26 tahun, lebih muda dari aku, tapi gaweannya sudah luar biasa. Bocorin dikit aahh (piss bung... :P) kebayang gak kalau PLN pake kwh digital?

yang di rumah selama ini kan bukan digital tuh... Nah kelebihannya dari sisi perusahaan, jadi bisa dengan gampang memonitor rumah mana yang belum bayar listrik dan klik dengan gampang bisa langsung diblok listriknya alias terkenal dengan mati lampu.

Nahhh looohh, aku sih sebenarnya ikut mendukung yaa... toh dampaknya sekarang ini aja saat dapat giliran mati lampu kita sudah kesusahan banget (katanya sih selain karena gardu yang rusak juga karena banyak masyarakat yang belum atau terlambat bayar listrik). Jadi singkatnya, masyarakat kita emang perlu disiplin dalam hal ini (termasuk aku, heheh) mendahulukan kewajiban bayar sebelum menikmati untuk hal lainnya.

Berarti mungkin sudah saatnya sekarang tuk latihan disiplin bayar listrik atau bagi yang pelupa bisa langsung ikut autodebet aja deh ketimbang diklik ama PLN?

Baca Selengkapnya...

Saturday, October 10, 2009

Bayi di Usia 6 bulan

Memasuki usia 6 bulan, merupakan tahap penting bagi bayi Bunda. Di usia ini, bayi juga sudah semakin sadar akan lingkungan sekitar. Yuk cari tau apa saja momen pentingnya si kecil...
  • lulus ASI eksklusif tahap 1, sudah mulai bisa dikenalkan dengan MPASI atau susu formula untuk menjadi campuran. Jika Bunda ingin meneruskan ke ASI eksklusif tahap 2 berarti meneruskan sampai maksimal usia anak 2tahun.
  • Mulai tumbuh gigi, beberapa bayi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda akan tumbuh gigi 1-2 buah bahkan lebih.
  • mulai dikenalkan untuk minum air putih, makan buah, bubur, sayur yang dihaluskan (bertahap ya bun... ada baiknya satu jenis diberikan dalam waktu beberapa hari, cukup penting untuk mengetahui apakah bayi alergi terhadap suatu jenis makanan).
  • lancar berguling ke sana kemari, melakukan gerakan push up dengan nungging (mengangkat pantat), belajar duduk, meraih sesuatu untuk digigit.
  • jangan lupa foto studio karena si kecil sudah bisa diajak tertawa dan melakukan gerakan-gerakan lucu.

Yang sehat ya baby... love u...


Baca Selengkapnya...

Thursday, October 8, 2009

Agen Asuransi

Bunda, sudah pernah mendapatkan penawaran asuransi? Untuk info aja nih, penting bagi Bunda mengetahui siapa agen tersebut sebelum mengambil keputusan. Ini juga berdasarkan pengalaman...
Diantara hal penting lainnya, yaitu:
  • Apakah dia full di asuransi atau hanya menyambi (karena masih bekerja di perusahaan lain)? Hal ini penting, mengingat keseriusan seseorang untuk menjadi seorang agen tidak hanya aji mumpung. Karena ia dibutuhkan untuk siap membantu Bunda pada saat proses klaim meskipun itu hanya berupa informasi.
  • Sudahkah ia memiliki kartu AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia)? kartu ini merupakan lisensi atau ijin operasional seorang agen asuransi. Seperti ijin praktek seorang dokter. Lisensi ini juga ada 2, sementara dan permanen. Lisensi sementara berlaku selama 3bulan, selanjutnya agen tersebut harus segera mengurus lisensi permanennya. Keseriusan seorang agen juga terlihat di sini, karena untuk mendapatkan lisensi ini ia harus mengikuti suatu ujian yang berbayar tidak sedikit dan wajib lulus untuk mendapatkan standar pengetahuan agen akan produk.
Oya lisensi permanen juga ada 2, yaitu penjual tradisional dan unitlink (investasi link). Dibilang harus mutlak juga gak yaa karena agen terbaik adalah agen yang selalu update akan produk dan menjaga silaturahmi dengan nasabahnya, tapi setidaknya menurutku ini cukup penting, di mana AAJI juga saat ini sedang terus menerus melakukan pendisiplinan agar kualitas seorang agen asuransi di Indonesia semakin baik.

Aku sendiri alhamdulillah memiliki sertifikat lisensi tetap atau permanen dari AAJI untuk unit link dan tentunya total aktif. Jadi akupun siap bantu adik, mbak, mas, Bunda, beserta keluarga untuk perencanaan tabungan maupun kesehatan.

Baca Selengkapnya...

Prudential Berduka

Subhanallah, hanya Dia yang tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Nikmat dan sengsara adalah sebuah ujian, dan ujian itu pasti akan datang. Ya Allah, jadikanlah hamba dan umat-Mu termasuk dalam orang-orang yang selamat dari ujian-Mu dan mendapat berkah-Mu, amiiin.
Innalillahi Wainnailaihi Rojiuun, gempa di Padang ternyata membawa duka juga bagi Prudential.

Di hotel Ambacang Padang, terdapat sekitar 40an calon agen baru, agen, dan staf/trainer Prudential yang saat itu sedang diadakan training untuk agen baru dan kini ikut terkubur bersama reruntuhan gedung.
Alhamdulillah dapat santunan dari Prudential, walaupun mereka statusnya baru calon agen, dan baru 2 diantara mereka yang memiliki polis.
Doa kami menyertaimu saudaraku, dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga selalu diberi kekuatan dan ketabahan, amiin.

Baca Selengkapnya...

Wednesday, October 7, 2009

5th Award-Google Page Rank 1

Wah, ntah sejak kapan tapi kayaknya sih akhir bulan September 2009 deh, tau-tau PR berubah dari 0 jadi 1. Ternyata rasanya seperti ini yah... Seneng-seneng bingung... :P

Aku sih mensyukuri, alhamdulillah, walaupun baru seumur jagung sudah dapet penghargaan dari om google... Btw, rasa syukurnya langsung ditampilin di atas deh tuh PR (awas ya om google, kl jadi 0 lagi tak pindahin ke bawah lohhh...*galak mode on, heheh).
Dengan naiknya peringkat ini, katanya siiih (aku juga gak ngerti-ngerti amat alias sok tau), blog kita jadi mulai diperhitungkan di search engine.
Ya mudah-mudahan menjadi blog yang membawa manfaat.

Udah ahhh, mo senyum2 dulu... :)

Baca Selengkapnya...

Monday, September 28, 2009

Acara Lebaran

Wah aku sekeluarga gak jadi mudik tuh, malah di Jakarta aja. Tapi rasanya senang banget deh mungkin karena ngumpul ya jadi rada rame n yang pasti gak terlambat shalat Ied (pssstt, tahun lalu telat).
Oya, Ramadhan tahun ini puasaku cuma bolong 1 hari, alhamdulillah, itupun karena sudah lemas banget (maklum ibu menyusui) jadi yaa tak batalin di jam 10an kalo gak salah.

Oya uniknya, Lebaran tahun ini aku, adik2 dan adik ipar janjian pake jilbab, seneng banget deh bisa punya moment spesial begini karena di keluargaku baru adik saja yang memakai jilbab (insya Allah aku akan segera menyusul, amiinn).
Hal yang wajib di keluargaku setelah shalat Ied sungkeman ke ortu yang bergilir dari kakak tertua hingga bungsu, setelah itu langsung melahap hidangan ketupat, ayam opor, rendang, sambal ati, ayam goreng kecap manis... mmm, jadi pengen lagi... :)

Baca Selengkapnya...

Thursday, September 17, 2009

Tabungan Pensiun = Sayang Anak?

Gak bisa dipungkiri lagi, kasih sayang orangtua kepada anaknya. Beragam cara dilakukan mulai dari membelikan mainan dan baju, menyediakan waktu untuk liburan bersama, menyekolahkan anak di tempat terbaik, bahkan juga menyiapkan tabungan pendidikan untuk masa depannya.

Lalu, kenapa saat ini banyak orangtua yang mulai sadar akan pentingnya tabungan pendidikan?
Apakah tabungan pendidikan = sayang anak?
Bagaimana dengan tabungan pensiun?

Posting kali ini berdasarkan atas pengalamanku dalam memasarkan produk Prudential (sekalian curhat nih, he!).
Sama seperti menjual kacang goreng saat menawarkan tabungan pendidikan namun seperti menjual handphone saat menawarkan tabungan pensiun. Biasanya profil nasabah yang mulai sadar akan kebutuhan produk ini adalah orang yang sudah berkeluarga. Jadi tidak tergantung usia, karena usia yang sudah matangpun terkadang ia belum menjadikan tabungan berasuransi sebagai kebutuhan pokok alias wajib.

Jaman dulu kalau di pasar mendengar pedagang mainan yang berteriak, sayang anak... sayang anak, beli bu pak, sayang anak... Ya seperti itulah, (tanpa disadari) mindset orangtua saat ingin ikut menabung pendidikan untuk anaknya. Namun ketika mulai masuk pada topik menabung untuk dirinya sendiri (tabungan pensiun), para orangtua itu mulai berfikir (walaupun mereka setengah tertarik) nanti sajalah, buat anak aja dulu.

Tahukah Bunda, sebenarnya dengan menabung di tabungan pensiun juga berarti = sayang anak?
Karena di dalam tabungan pensiun berasuransi itu terdapat proteksi atas diri kita sebagai orangtua jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terlebih sebagai pencari nafkah yang berarti sama dengan proteksi atas kelangsungan hidup keluarga termasuk anak. Dari sisi tabungan pensiun pun, itu berarti kita telah mempersiapkan diri untuk tidak menjadi tanggungan anak di kemudian hari.

Ayo, jangan ragu Bunda untuk menabung di tabungan pensiun.

Baca Selengkapnya...

Baju Baru dan Mukena Baru Buat Lebaran, Haruskah?

Duhhh, pusat-pusat perbelanjaan rameee banget, apalagi menjelang Lebaran ini. Padahal tadinya ku pengen jalan-jalan aja sekalian cuci mata (maklum selama Ramadhan jarang banget nge-Mall). Tiba-tiba anakku bilang, "Bunda mau beli apa? baju baru yaa?" Oups, aku jadi inget, belum sama sekali beli baju buat Lebaran, punya suami, anak-anak juga. Waaahhh, sampe kelupaan... (baru kali ini nih rasanya).

Btw, kok musti baru ya? Kalau ada rejeki lebih, ya kenapa tidak? Toh saat mau pergi ke pesta atau ada acara spesial aja kita sediakan dana buat baju baru. Sedangkan ini Lebaran loh, hari kemenangan bagi umat Islam yang telah menjalani serangkaian ibadah di bulan Ramadhan yang penuh rahmat.
Sangat pantas untuk disambut dengan sukacita salah satunya tentu dengan niat terbaik, mukena terbaik, baju terbaik, wewangian terbaik (kalau bisa minim alkohol atau bahkan tanpa alkohol). Yang penting cuma satu, jangan yang berlebihan.

Diantara alasan lainnya:

  1. Sebagai umat muslim menunjukkan, rasa sukacita dan bentuk apresiasi atas hari kemenangan itu sendiri.
  2. Berbagi dengan menyedekahkan baju dan mukena lama kepada orang lain.
  3. Membantu industri perlengkapan dan peralatan umat muslim (yang berarti ada rejeki bagi mereka yang berkiprah di industri ini).
  4. Apa lagi yaaa??

Ahhh, yang pasti aku jadi pengen cepat-cepat berbelanja.
Jangan lupa Bunda, bisikkan ke anak-anak tercinta bahwa yang ditekankan bukan masalah baru-nya tetapi kita berusaha untuk menggunakan baju dan mukena terbaik yang kita miliki untuk menyambut Lebaran untuk menghargai arti hari kemenangan itu.

Happy shopping, sekalian mohon maaf lahir dan batin yaa... :)

Baca Selengkapnya...

4th Award-by Nura Al Jubail SA



Award ke 4 dari mba Nura, seorang sahabat di Al Jubail SA.

Terimakasih atas awardnya mba, semoga selalu sehat dan tetap memberikan berbagai info yang bermanfaat.

Baca Selengkapnya...